Kontroversi Kloning Manusia

Tidak lama lagi ,dominasi manusia alamiah akan tergantikan oleh manusia-manusia super yang memiliki kelebihan fisik dan kemampuan otak jauh melebihi yang bisa dilakukkan oleh manusia konvensional .Kekhawatiran mulai menghantui bahwa kelak penguasa-penguasa di dunia akan digantikan oleh manusia hasil racikan laboratorium yang mampu menyulap kesempurnaan fisik dan kegemilangan pikiran.Memiliki wajah secantik Jeniffer Lopez ,otak sebrilian Einsten ,atau sekuat Hercules,mungkin kini tinggal menunggu waktu hingga penelitian kloning lebih sempurna.

Pada 2 Desember 2002,Eve,bayi mungil dihasilkan dengan cara pencampuran sel telur dengan sel kulit ibunya.Ia merupakan hasil racikan genetis laboratorium Clonaid,sebuah perusahaan bioteknologi di Bahama yang memang tidak melarang proses kloning manusia.


Kontroversi

Baby-eve-2-600x399




Setidaknya ,ada dua aspek yang menjadi perdebatan di masyarakat,Pastinya, dari sisi agama,proyek ini merupakan bentuk pendurhakaan yang dilakukkan oleh ilmu pengetahuan untuk menyabotase hak eklusif penciptaan makhluk hidup yang menjadi kemutlakan Tuhan.Peristiwa keberhasilan kloning seekor domba ,bernama Dolly pada periode sebelumnya sudah mendatangkan sejumlah kecaman dari otoritas keagaam di seluruh di dunia.Apalagi,jika terjadi pada manusia.Seringkali para genius berlindung di balik sisi kemanusiaan untuk membenarkan tindakannya. "Bayangkan seorang keluarga yang harus kehilangan bayi mereka yang tidak berdosa. Apakah kita tidak ingin mengembalikan kebahagiaan mereka dengan 'menghidupkan' kembali bayi mungil mereka yang lucu?"

Pertentangan kedua lebih kepada argumentasi ilmiah yang meragukan ketahanan dan daya hidup yang bisa ditanggung oleh manusia hasil kloning.

Ian Wilmut ,ilmuwan yang mengotaki kelahiran domba loning,Dolly, berterus terang bahwa ciptaanya itu harus menanggung arthitis (pengeroposan tulang) pada usia yang masih sangat muda."Upaya kloning manusia adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan menjijikkan serta mengabaikan banyaknya bukti ilmiah dari 7 spesies mamalia yang sejauh ini di kloning," kata Rudolf Jaenisch,ahli kloning dari Massachusettts Institute of Technology.

Tidak hanya kepada bayi kloning,risiko pun mengancam para wanita yang memutuskan mengandung bayi kloning .Menurut ahli pengembangan embrio pada mamalia,Prof Richard Gardner,wanita tersebut berisiko terkena satu jenis kanker langka dan menyerang rahim,yaitu choriocarcioma.Dari berbagai resiko yang ada,banyak negara yang melarang riset-riset kloning manusia.Bahkan mantan Presiden AS,Bill Clinton mengeluarkan rekomendasi moratorium atau penghentian riset kloning manusia selama lima tahun.

sumber : http://www.indonesiakreatif.info/2015/05/kontroversi-kloning-manusia.html

Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Cara Kerja Antivirus ?

WannaCry: Everything you need to know about the global ransomware attack

Menu Sarapan Rendah Kolesterol Yang Enak dan Mudah